Sabtu, 28 April 2012

pegejaaan EYD


Sep 21, '09 1:01 AM
untuk semuanya

          Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanngal 16 agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring.
1. Penggunaan Huruf Besar atau Huruf Kapital
    a. Huruf pertama kata ganti "Anda"
      - Ke mana Anda mau pergi Bang Toyib?
      - Saya sudah menyerahkan uang itu kepada Anda setahun yang lalu untuk dibelikan PS3.
    b. Huruf pertama pada awal kalimat.
      - Ayam kampus itu sudah ditertibkan oleh aparat pada malam jumat kliwon kemarin.
      - Anak itu memang kurang ajar.
      - Sinetron picisan itu sangat laku dan ditonton oleh jutaan pemirsanya sedunia.
    c. Huruf pertama unsur nama orang
      - Yusuf Bin Sanusi
      - Albert Mangapin Sidabutar
      - Slamet Warjoni Jaya Negara
    d. Huruf pertama untuk penamaan geografi
      - Bunderan Senayan
      - Jalan Kramat Sentiong
      - Sungai Ciliwung
    e. Huruf pertama petikan langsung
      - Pak kumis bertanya, "Siapa yang mencuri jambu klutuk di kebunku?"
      - Si panjul menjawab, "Aku tidak Mencuri jambu klutuk, tetapi yang kucuri adalah jambu monyet".
      - "Ngemeng aja lu", kata si Ucup kepada kawannya si Maskur.
    f. Huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang atau instansi.
      - Camat Pesanggrahan
      - Profesor Zainudin Zidane Aliudin
      - Sekretaris Jendral Departemen Pendidikan Nasional
    g. Huruf Pertama pada nama Negara, Pemerintahan, Lembaga Negara, juga Dokumen  (kecuali kata dan).
      - Mahkamah Internasional
      - Republik Rakyat Cina
      - Badan Pengembang Ekspor Nasional

0 komentar:

Poskan Komentar