Jumat, 11 April 2014

Vermikomposting

VERMIKOMPOS
DISUSUN
       O
        L
        E
        H
         KELOMPOK 3
                                                                    RITA ALKHIRA
       ALFATIN FAJAR NUGGROHO
 PUTRI AMANDA MAQFIRAH IMRAN
             ARMIADI
        NURUL AINAL
MAULIDAN 
     SUCI DARA ATIKA

     

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
POLTEKKES KEMENKES ACEH
TAHUN AJARAN 2012 / 2013
KATA PENGANTAR

             Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena berkat dan rahmad serta karunia-NYA kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Salawat serta salam turut disanjungkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membuka jalan terang benderang yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
            Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada dosen yang telah membimbing kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Disadari sepenuhnya penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
            Demikian makalah ini diperbuat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Rabbal’alamin.


Banda Aceh, 13 April 2013
    Penulis


         Kelompok 3      




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................... ii
BAB    I         PENDAHULUAN.......................................... 1    
1.1         Latar belakang........................................................ 1
1.2         Tujuan...................................................................... 2
1.3       Manfaat.................................................................... 2

BAB    II          LANDASAN TEORI ……………………..  3             

BAB     III      PROSEDUR.................................................. 4  
3.1      Alat............................................................................. 4
3.2      Bahan....................................................................... 4        
3.3      Cara Pembuatan..................................................... 4
3.4      Hasil.......................................................................... 5
BAB    IV       PENUTUP..................................................... 6
4.1      Kesimpulan.............................................................. 6
4.2      Saran......................................................................... 6


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam bidang pertanian, petani sering menggunakan pupuk pada waktu akan memulai kegiatan tanam bahkan pasca panen tanam. Pupuk adalah zat yang  baik sintetis ( anorganik/buatan ) maupun organik yang ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan pasokan nutrisi penting untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Sejalan dengan meningkatnya populasi penduduk maka permintaan akan pangan juga meningkat. Inilah yang menjadi alasan mengapa petani lebih memilih menggunakan pupuk berbagai jenis untuk tanaman mereka dan lebih 70 % di antaranya menggunakan pupuk sintesis atau pupuk buatan hasil pabrik.
Meskipun dapat mendorong pertumbuhan tanaman, pupuk sintesis memiliki dampak negatif yang ditimbulkan, di antaranya :
-          Penggunaan pupuk sintesis yang terlalu banyak pada tanah dapat menurunkan kesuburan tanah karena meningkatnya kadar asam dalam tanah.
-          Penggunaan yang terlalu banyak dapat menyebabkan eutrofikasi. Pupuk  sintesis mengandung zat nitrat dan fosfat yang beracun untuk kehidupan aquatik.
-          Penggunaan pupuk sintesis dalam jangka panjang dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.
-          Zat yang terkandung dalam sayuran, padi, akan bercampur dengan bahan kimia dari pupuk sintesis yang membahayakan tubuh.
Fakta – fakta ini menghawatirkan dan perlu diambil langkah serius untuk menghindari akibat yang lebih parah. Salah satunya dengan pemakaian pupuk organik.


1.2  Tujuan

Ø  Tujuan Umum
Pupuk organik dapat membantu pertumbuhan tanaman pertanian sehingga dapat meningkatan produksi pertanian baik dari segi kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan walaupun digunakan secara terus- menerus.
Ø  Tujuan Khusus
Pupuk organik terdiri dari bahan organik seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen, dan limbah ternak. Karena berasal dari makluk hidup, pupuk ini memiliki unsur hara yang baik untuk tanah dan bebas dari bahan kimia berbahaya sehingga makanan yang berasal dari hasil pertanian dapat dikonsumsi tanpa efek samping. Jadi selain pupuk ini ramah lingkungan pupuk ini juga relatif murah untuk dijangkau oleh petani – petani bahkan bisa dibuat sendiri.
1.3  Manfaat
Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Selain itu, peranan pupuk ini cukup besar untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah serta lingkungan.
Sumber bahan organik yang sangat beraneka ragam tersedia oleh alam sehingga mudah dibuat dan tentu saja pupuk ini dapat diperoleh dengan harga yang murah.
           




BAB II
LANDASAN TEORI

Pupuk organik yang akan kita bahas di sini adalah kompos. Kompos adalah sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis bahan yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sampah daun, sekam padi, gulma, sayuran serta sisa – sisa makanan. Dalam pembuatan kompos membutuhkan sarter untuk mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Salah satu sarter yang bisa digunakan adalah cacing dan kompos ini biasa dikenal dengan istilah Vermikompos.
Vermikompos adalah kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan – bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah. Vermikompos merupakan campuran kotoran cacing tanah ( casting ) dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Oleh karena itu, vermikompos merupakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan kompos lain.
Kandungan yang terdapat pada vermikompos adalah humus, hormon pertumbuhan tanaman, dan mikroba tanah. Vermikompos yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang.
            Berikut adalah beberapa keunggulan dari vermikompos :
-          Vermikompos memiliki kemampuan menahan air sebesar 40 – 60 % sehingga mampu mempertahankan kelembapan.
-          Memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah.
-          Vermikompos mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo, dan Mo tergantung pada bahan yang digunakan.
-          Meningkatkan kesuburan tanah
-          Membantu proses penghancuran limbah organik.

BAB III
PROSEDUR

3.1  Alat
·         Pemotong seperti pisau, parang
·         Terpal / karung beras
·         Pengaduk / kayu
·         Wadah

3.2  Bahan
·         Cacing tanah
·         Sayuran / sisa makanan
·         Kotoran hewan ternak

3.3  Cara Pembuatan
Pembuatan vermikompos dibagi melalui 3 tahap :
a.       Tahap Pengumpulan Bahan
Kumpulkan sampah – sampah organik, misalnya sayuran dan sampah dedaunan. Di pedesaan yang memiliki tempat pemeliharaan hewan ternak dapat pula menggunakan kotoran ternak sebagai sumber N.
b.      Tahap Fermentasi Subtrat
-          Cacah atau potong – potong sampah dedaunan menjadi bagian yang lebih kecil agar bahan menjadi lebih homogen dan pengomposan akan relatif lebih cepat.
-          Susun atau tumpuk secara bergantian antara sampah dedaunan dan kotoran ternak.
-          Tutup dengan terpal / karung beras untuk menahan air.
-          Aduk 3 hari sekali hingga 2 minggu.
-          Kompos dasar telah jadi setelah kira – kira 2 minggu dan siapa digunakan sebagai media cacing.
c.       Tahap Komposting
-          Kompos yang sudah jadi dimasukkan ke dalam wadah yang telah disediakan.
-          Masukkan cacing ke dalam wadah tersebut.
-          Biarkan selama kira – kira 2 minggu.
-          Vermikompos siap digunakan.


3.4  Hasil
Setelah melalui tiga tahap pembuatan vermikompos selama 4 minggu maka vermikompos jadi dan siap digunakan. Contoh takarannya penggunaannya adalah sebagai berikut :
-          Untuk tanaman dalam pot 1 kg vermikompos dapat dicampur dengan 3 kg tanah.
-          6 – 10 kg vermikompos untuk setiap 10 m2luas lahan atau 6 – 10 ton / ha lahan sawah.











BAB IV
PENUTUP

Ø  Kesimpulan
Dengan bahan – bahan yang tersedia oleh alam, tempat seadanya, peralatan sederhana dan biaya yang murah dapat diciptakan pupuk organik yang sangat berguna bagi semua orang umumnya dan bagi petani khususnya. Selain sebagai nutrisi pertumbuhan tanaman, pupuk organik ini aman digunakan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang tentu saja hasil pertanian yang akan dikonsumsi aman dan tidak memberi dampak buruk bagi tubuh manusia serta petani tidak direpotkan oleh kenaikan harga atau kelangkaan pupuk sintesis.

Ø  Saran
Dengan berbagai macam kelebihan dari pupuk organik ini, diharapkan para petani bisa beralih menggunakan pupuk organik dari pada pupuk sintesis yang mengandung bahan kimia berbahaya yang nantinya akan memberi dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Diperlukan panyuluhan tentang pupuk organik agar petani mendapatkan pengetahuan tentang pupuk organik ini sendiri sehingga petani bisa percaya dan merubah pola pikirnya untuk beralih dan mengguanakan pupuk organik ini.





0 komentar:

Poskan Komentar